“ Garuda Pancaroba ” merayakan ulang tahun jenderal Indonesia yang tersenyum

Reporter Tribunnews.com Hasiolan Eko P Gultom melaporkan-TRIBUNNEWS.COM-Setiap warga negara memiliki caranya masing-masing dalam mewujudkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi seorang seniman, tentunya melalui ekspresi artistiknya.

Inilah yang dikatakan Bongky Marcel, mantan anggota Slank, lalu dia membentuk banyak kelompok termasuk BIP. Lagu berjudul “The Eagle Pancaroba”. Lagu ini diambil dari album kedua yang dirilis BIP pada tahun 2001.

Itu saja, Bongky membawakan lagu baru “Garuda Pancaroba”, band barunya Smailing Jenderal dan anggota Bongky (bass), Irang Arkad (vokal), Jaka Djakers (drum) dan Thomas (gitar) .— -Membaca: Bekerja sama dengan Ampi, Amanda Fedora merilis single pertamanya, Strombreaker-mengapa BIP harus mengubah wajahnya, hanya mengirim email kepada Jendral untuk menyanyikan lagu-lagu lamanya. Anda dapat mengatakan bahwa Smailing General adalah tempat mereka menyelesaikan tugas yang belum terselesaikan. Ide, kreativitas, dan vitalitas masih berlimpah. Bagi masyarakat Bangji, saat Smailing Jendral didirikan, rasanya seperti menemukan kembali jati dirinya, musisi yang utuh dan kritis. Garuda Pancaroba (Garuda Pancaroba) sangat erat kaitannya dengan pembangunan bangsa saat ini. Menurutnya, ada beberapa pekerjaan yang merusak Pancasila.

“Kenapa memilih lagu Garuda Pancaroba, karena banyak parpol ingin menjadikan Garuda asli menjadi kepentingan tersendiri. Jadi saya bertanggung jawab atas akamsi. (Anak dari sini-red) Lindungi Pancasila Indonesia Raya yang sebenarnya Meski lagu ini sudah lama diproduksi, tapi harus terus dimainkan agar Garuda Pancasila tidak berubah sewaktu-waktu, ”kata Bongky, penanggung jawab. Smailing General .

Baca: Putra Asri Welas terinspirasi dari inspirasi rapper di Bully Victim di sekolah

Bisa dibilang mereka menemukan motivasi yang tepat untuk mengadaptasi dan merilis lagu “Garuda Pancaroba” di bulan Agustus.

“Pancasila sudah final. Kita tinggal praktek saja. Jangan terburu-buru bekerja di Tri Sila atau Eka Sila. Oleh karena itu, jangan sampai ada yang mau menggantikan Pancasila sebagai dasar lain. Pancasila adalah persetujuan dari pendiri negara. Sangat cocok untuk negara Indonesia, ”kata Bunge.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *