Ucie Sucita mengikuti ajang pasar bebas Covid-19

Laporan wartawan Tribunnews.com Bayu Indra Permana

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Ucie Sucita turut serta dalam promosi pasar bebas Covid-19 pada masa transisi pembatasan sosial massal (PSBB). Tak hanya itu, ia juga berpesan kepada masyarakat bahwa ia bisa melakukan pembelian tanpa menggunakan kantong plastik.

DPD bersama Himpunan Pengusaha Adat Indonesia (HPPI) DKI Jakarta, Asosiasi Seluruh Pedagang Indonesia (APSI) dan Federasi Pemerintah Pemerintah Indonesia (APKASI), Ucie membagikan belanja kepada semua orang yang berbelanja di Pasar Teber, Jakarta Selatan tas. Del Piero- “Hari ini, kami kembali meluncurkan kampanye pasar bebas Covid-19 yang menggunakan sampah non-plastik. Kata orang, masyarakat takut masuk pasar karena takut Covid-19. Ini dia Kenapa kita memperjuangkan pasar ponsel gratis COVID-19 yang dulu lebih banyak mendistribusikan kantong kertas daripada kantong plastik, ”kata Ucie Sucita. Diselenggarakan pada hari Jumat (17 Juli 2020) di Pasar Tebet di Tebe, Jakarta Selatan.

“Saya berharap seluruh pasar tidak lagi menggunakan kantong plastik, karena plastik juga akan membanjiri Jakarta,” ujarnya. Dia melanjutkan.

Ucie Sucita mengatakan akan membantu pemerintah daerah merespon rencana tersebut.

Dia tahu betul, sebagai artis yang juga punya bisnis, wabah virus corona punya pengaruh yang sangat kuat. Ia menjelaskan: “Kami akan terus dukung semua pasar di Jakarta. Ya Tuhan, saya akan terus ikuti.” Bacaan: Sworddut Ucie Sucita hapus semua postingan di Instagram- “Sekarang syuting masih jarang kan? Saya juga menjalankan bisnis kosmetik, karena jujur ​​saja, penjualan kosmetik ini anjlok banget, hanya 20% sampai 30% .

Lambat laun, beberapa kegiatan Ucie mulai kembali, dan kegiatan syuting sudah dimulai, tapi tidak sebesar Banyaknya kegiatan sosial seperti sebelum wabah, begitu pula untuk kegiatan sosial, namun tata cara kesehatan tetap digunakan, dan kegiatan sosial juga penting. Yang penting dikatakan bekerja itu benar-benar bersih dan sering-seringlah cuci tangan. Sekarang cipika-cipiki yang biasa sudah menjadi Sampah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *