Pemerintah harus menjamin keaslian peristiwa G30S / PKI

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Sejarah ditulis oleh para pemenang.

Untuk alasan ini, objektivitas dan keasliannya sering diperdebatkan. PKI .

PKI dengan cermat merencanakan peristiwa G30S / PKI rezim orde baru, dengan tujuan melancarkan kudeta terhadap kudeta Presiden Sukarno, seperti yang diperlihatkan dalam film “Pengkhianatan G 30 S / PKI” karya Arifin Noel ( Arifin C Noer), ia harus diperankan dan ditonton oleh anak-anak sekolah dalam “Orde Baru”. Apakah ini nyata?

“Untuk memastikan hal itu benar, harus dilakukan penelitian mendalam yang melibatkan semua pihak, terutama ilmuwan, saksi atau tokoh sejarah. Pemerintah harus segera menjamin keaslian dan kepastian peristiwa ‘G30S / PKI,” demikian Jakarta Murphy Nusmir SH MH, Pengacara para “korban” Orde Baru dan mantan aktivis GMNI, mengatakan Kamis (10 Oktober 2020) .

Baca: Investigasi SMRC: 14% penduduk Indonesia setuju: ICP sedang bangkit-Pemerintahan Presiden Joko Widodo Murphy mengatakan bahwa tim ahli, aktor atau saksi sejarah yang independen harus dibentuk untuk mengevaluasi G30S Keaslian peristiwa / PKI dari sudut pandang obyektif dan independen, dan itu fakta. Saya masih ingat ketika saya aktif di PDI dan GMNI sekitar tahun 1985, saya sering dianggap “bodoh” oleh PKI. Bahkan, Panglima Kolamir malah memanggil saya di sebelah kiri. Orr mengatakan: “Karena itu, dalam menghadapi pro dan kontra G30S / PKI, pemerintah harus segera membentuk tim independen untuk memastikan benar atau tidaknya kejadian tersebut.” Murphy mengatakan, selama ini kejadian tersebut memiliki pro dan kontra. Menurut versi sistem “Orde Baru” yang digambarkan dalam film arahan sutradara Arifin C. Noer itu, masih banyak hal yang belum jelas yang belum bisa diklarifikasi. Misalnya, kata Murphy, bukankah dia teman dekat Mayjen Soeharto?

“Juga, kenapa Soeharto yang diangkat menjadi Pangkostrad, Panglima Kostrad, tidak masuk daftar? Jenderal yang harus diculik? Ada juga persaingan sengit antara Mayjen Soeharto dan Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Ahmed Yani, salah satu korban penculikan Syed Murphy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *