Nyai Badriyah Fayumi, Ulama feminis NU saat ini berprestasi

Nyai Badriyah Fayumi, NU Fenomena Hari Ini Ulama Feminis

Penulis: KH. Imam Jazuli (Imam Jazuli, Lc.), Master (MA) *

Dia adalah Dara. j Badriyah Fayumi, L., M.A., Ibu Azhariyyin, lahir di Pati tanggal 5 Agustus 1971. Dia juga ketua Kongres Wanita Ulama Indonesia (KUPI), sebuah perkumpulan ulama dan aktivis wanita. Sebagai seorang politikus, ia menanggapi perjuangan untuk mengekspresikan kesetaraan gender melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sebagai ketua Pondok Pesantren Mahasina Darul Gul dalam Islam, Badria Fayumi mentransformasikan feminisme Barat menjadi tradisi yang cocok untuk masyarakat Muslim dan nusantara. Ia mengatakan: “Di nusantara ini, ulama perempuan memiliki peran yang sama dengan laki-laki dalam memperkuat washathiyah (moderat) Islam” (Lokadata, 2017).

Melalui bukunya “Halaqah Islam: Kaji Women, Human Rights and Democracy” (2004), “Badriyah Fayumi berupaya mencari panggung bagi perempuan dan laki-laki Indonesia untuk memperjuangkan HAM dan demokrasi. Perempuan harus segera menginjakkan kaki. Panggung publik mengedepankan niat aslinya. Di mata publik, ia terlihat memiliki Nhai Badriyah Fayumi adalah putri KH Ahmad Fayumi Munji. Dan KH. Ahmad Fayumi Munji sendiri adalah ulama besar wali Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Pati dan pengikut Syathariyah dan Syadziliyah tarekat.Oleh karena itu, ide-ide Nyai Badriyah Fayumi sangat mencerminkan semangat Islam.Salah satunya, semangat feminisme liberal Barat terkesan sangat Islami. – Nyai Badriyah Fayumi terkesan tidak libela Ia seorang feminis yang kerap gagal dalam politik dalam negeri, ia bersama suaminya KH. PhD dan masternya Abu Bakar Rahziz (Abu Bakar Rahziz) bekerja sama dalam jalur budaya, pendidikan dan politik untuk memperjuangkan cita-cita feminisme Islam. Orang tua dari Faransa Ahmad Hawari dan Ainsyams Rafid telah sukses menjadi panutan publik.

Nyai Badriyah Fayumi adalah mantan santri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum.Setelah lulus pada tahun 1985, melanjutkan kuliah di IAIN Syarif Hidayatullah dengan spesialisasi di bidang suci Pada tahun 1995, ia kembali menyelesaikan studi S1 ​​bidang akting di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dan lulus pada tahun 1998. Pada tahun 2004, saat mengajar di almamaternya, ia melanjutkan studi S2 di IAIN Syarif Hidayatullah. Al-Azhar (Al-Azhar) kemudian mendemonstrasikan kemampuannya dalam berbagai bidang seperti politik, budaya, dan akademisi.Di bidang politik, Nyai Badriyah Fayumi pernah menjadi legislator / Demokrat di Daerah Pemilihan Pusat Jawa III dari tahun 2004 hingga 2009 Partai RI Fraksi PKB. Sebelumnya, saat Gus Dur menjabat presiden, ia mendampingi Ibu Negara Sinta Nuriyah sebagai staf ahli (1999-2001). Di bawah kepemimpinan Partai Rakyat dan Partai Progresif Demokratik, ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Komite Syuro untuk masa jabatan 2005-2010. Pada saat yang sama, ia juga menjabat sebagai Ketua Gerakan Wanita Kebangkitan Nasional atau Liga Wanita PKB (2007-2009). Terakhir, diangkat pada tahun 2010. Komisaris Komite Perlindungan Anak (KPAI), 2012- Ketua KPAI tahun 2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *