Seperti disebutkan sebelumnya, tidak ada pasukan khusus BIN

Disediakan oleh: Bambang Soesatyo, Ketua Dewan Permusyawaratan Rakyat Indonesia

TRIBUNNEWS.COM-Tidak ada unit BIN khusus seperti ini. Video yang saya unggah ke akun Instagram saya ini memperlihatkan siswa-siswi Sekolah Menengah Cerdas (STIN) Negata yang baru saja memperoleh keterampilan khusus tersebut dan mendemonstrasikan keterampilannya. Mereka membentuk Pasukan Khusus Rajawali sendiri pada acara peresmian Penguatan Statuta Institut Informasi Negara (STIN), dan patung Bangano diresmikan di STIN di Sentul, Bogor belum lama ini. –Saya bangga dengan prestasi saya dan mendukung penuh siswa Sekolah Menengah Intelegensi Nasional (STIN) di depan saya dan tamu istimewa lainnya untuk menunjukkan prestasi pendidikannya yang mutakhir selama STIN. Tidak hanya mahir dalam penggunaan berbagai jenis senjata tabung pendek dan panjang, tetapi juga mahir dalam penggunaan bom, menyelamatkan sandera, menggunakan tali untuk melompat dari gedung-gedung tinggi, dan peragaan keterampilan bela diri Tarung Derajad tanpa senjata, berhasil mengalahkan 20 penyerang bersenjata. -Kita harus bangga bahwa keterampilan putra-putri kita tidak kalah dengan kemampuan badan intelijen global, yang memiliki tim taktis yang siap menggunakannya dalam operasi khusus Kementerian Pertahanan Indonesia dan militer bila diperlukan. Tentara Nasional Indonesia (TNI) memenuhi persyaratan hukum.

Bagi saya, selain menjadi mata dan telinga negara dan pandai menganalisa informasi, intelijen yang mumpuni juga harus pandai melakukan infiltrasi, penyamaran, propaganda, agitasi, provokasi, melakukan operasi rahasia, dan mampu bertindak sebagai pembela yang cemburu atau Bertarung sendiri sebagai tim atau kelompok untuk mengusir musuh di area yang kompleks dan sulit. Kemarin mahasiswa STIN sangat bangga. Ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia intelijen kita tidak kurang dari CIA (Amerika Serikat) M16 (Inggris), GRU (Rusia), DGSE (Prancis), ISI (Pakistan), BND (Jerman) dan sepuluh besar badan intelijen lainnya di dunia, Mossad (Israel), R&AW (India), ASIS (Australia), CSIS (Kanada) dan badan intelijen global lainnya.

Personel intelijen harus memiliki seni bela diri, penghancuran bom, pembebasan sandera, jaringan dan keterampilan tempur untuk menguasai pekerjaan menjaga keamanan negara dan nasional. Termasuk musuh tetap dan keterampilan interogasi. Faktanya, CIA sering melakukan berbagai eksperimen kontrol psikologis untuk mengeksplorasi memori otak, mengklaim memiliki kepribadian ganda (banci), mampu menggunakan dan menjinakkan senjata biologis.

Saya sekali lagi bangga dengan siswa STIN yang telah menerima pelatihan keterampilan khusus. , Keterampilan umum. Menurut ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, perlu dilaksanakan tugasnya secara tegas dan profesional, menjaga keamanan nasional, dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *