“Jika saya tidak ada di sini, apakah Anda sedih atau tidak?”

Penulis: Reza Indragiri LPAI Realisasi hak-hak anak Amriel Project Leader

TRIBUNNERS- “Kalau saya tidak ada di sini, sedih atau tidak?”

awam mungkin mengatakan hal-hal tersebut dengan enteng.

Namun dari sudut pandang psikologis, kalimat ini merupakan tanda pikiran bunuh diri (suicidal thinking). Misalnya, WHO menyimpulkan bahwa transisi dari pikiran untuk bunuh diri ke rencana bunuh diri berlanjut ke fase bunuh diri, dan sekitar 60% kejadian terjadi dalam waktu 12 bulan setelah gagasan pertama kali terpikir. Proses transisi menyampaikan pesan bahwa masyarakat harus lebih serius membicarakan bunuh diri oleh siapa pun. Jangan mentolerir pepatah “bom”, dan setiap orang harus mendorong orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri untuk segera mencari bantuan medis dan psikologis.

Orang yang lebih memahami pentingnya menganggap serius pikiran untuk bunuh diri akan menjadi faktor pelindung untuk mencegah bunuh diri.

Sebagai bagian dari kasus pengeditan, tentu saja kami berduka atas kejadian ini. Selidiki untuk mengungkap kematian penerbit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *