Dunia Erick Thohir: Sanjungan dan Serangan

Disediakan oleh: Zulfan Lindan *)

TRIBUNNEWS.COM-Ia menjabat sebagai mantan Ketua Tim Pemenangan Nasional Joko Widodo-Maruf Amin (TKN) pada Pilpres 2019.

Kemudian menjadi menteri BUMN dan pengurus panitia Ketua Covid-19 dan Komite Pemulihan Ekonomi Nasional. Posisi ini mempromosikan kepribadian, kritik, dan serangan.

Menteri BUMN Erick Thohir menjabat pada 23 Oktober 2019. Para pengkritiknya menganggap gayanya terlalu berorientasi pada keuntungan. Dan mempertahankan gaya kepemimpinan. Pengusaha swasta tanpa kebijakan unduhan.

Dia hanya berfokus pada hilangnya keuntungan dan kesehatan modal.

Yang dikhawatirkan, model ini bisa bangkrut misi dan aspek publik BUMN. — Namun, kekhawatiran ini layak untuk didiskusikan. Visi publik dan privat Erick Thohir dapat dilihat dalam kebijakannya yang akan segera mengubah emiten yang tetap menjadi PT (perseroan terbatas) dan harus bertransformasi menjadi Perum (emiten) Perusahaan dan anak perusahaan (karena menyediakan layanan sosial) dipisahkan. : Erick Thohir mengaku tidak puas menjabat sebagai Menteri BUMN, dan dengan gamblang mengungkapkan gajinya: Alhamdulillah 19 juta rupiah

Menurut penilaian Departemen BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir, banyak BUMN yang saat ini melayani kepentingan perusahaan dalam bentuk berikut. Dalam siaran pers Susyanto, Rabu (30/9/2020), pihaknya akan melakukan klasifikasi dan klasifikasi jenis BUMN yang menjalankan tugas pelayanan publik, serta iklan komersial. Saat pembahasan UU BUMN dengan Komite Keenam RMR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *