Piagam sekolah sebagai solusi kebingungan PPDB

Disediakan oleh: Indra Charismiadji *

Kisruh PPDB DKI 2020 memicu protes dari para orang tua. Anak-anaknya tidak diterima di sekolah umum. Dalam tiga minggu terakhir, media dan diskusi masyarakat penuh warna.

Saya berkali-kali diminta memberikan pandangan di televisi, radio, cetak dan media online untuk menjelaskan konsep kebijakan zonasi yang bersumber dari nilai guna, sebagai penentu jarak guna (wilayah) untuk menentukan penerimaan mahasiswa baru. Diantaranya, DKI Jakarta Tambahkan faktor usia sebagai variabel filter. -Pada dasarnya, masalah ini disebabkan oleh minimnya saluran pendidikan yang terbuka di Indonesia, padahal anggaran pendidikan nasional sudah melebihi 500 miliar. Pada usia SMA / K, terdapat 30% anak SMA yang belum bersekolah, dan hampir 3% anak usia SD.

Menurut data dari Kementerian Pendidikan di Wilayah NĂ©rac, lebih dari 100.000 anak putus sekolah dan budaya. Angka tersebut belum termasuk kondisi yang dipastikan akan memburuk tahun ini akibat pandemi Covid-19.

Charter school sebagai solusi

Guna menemukan solusi dari permasalahan tersebut, membuka charter school atau charter school sepertinya menjadi pilihan yang cepat dan ekonomis bagi semua pihak.

Sekolah piagam adalah sekolah yang dioperasikan oleh swasta, tetapi 100% dananya berasal dari pemerintah.

Sekolah ini menyediakan layanan pendidikan formal, termasuk sekolah dasar hingga kelas 12 SMA / SMK secara gratis kepada siswa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *