Pertiwi Indonesia menyalurkan bantuan sembako kepada nelayan di Kepulauan Kuril

Selama ini, meski dampak Covid-19 terlihat sangat merugikan perekonomian mereka, namun banyak warga masyarakat yang belum mendapatkan bantuan. Salah satunya adalah penduduk Pulau Untung Jawa yang berada di wilayah administratif Kepulauan Kuril.

Anggota Parlemen Pertiwi Indonesia Happy Djarot mengatakan, menurut informasi lapangan, masih banyak saudara-saudari di DKI Jakarta yang belum mendapat bantuan. Mereka mengirimkan 9 sembako yang disediakan presiden melalui Kementerian Sosial untuk menekan biaya.

Secara simbolis, 20 warga mendapat 500 paket sembako. Sebelumnya, Pertiwi Indonesia telah memberikan bantuan serupa kepada masyarakat Bogor, Bekasi, dan Nantangerang.

Pembagian prioritas dipengaruhi oleh para korban Covid-19 yang tidak mendapatkan bantuan seperti penduduk desa di Kepulauan Kuril. Kebanyakan dari kami adalah nelayan. Saat ini mereka memang butuh bantuan karena banyak warga yang takut keluar rumah gara-gara Covid-19, ”kata Supriyadi, Kepala Desa yang membantu pencatatan penerima.

Ia menjelaskan tak kurang dari 715 KK terpaksa khawatir. Karena tidak ada pemasukan, meski pendapatannya kecil.

Perhimpunan Pertiwi Indonesia telah menyalurkan 22.000 paket bantuan sembako kepada Presiden untuk memberikan bantuan kepada orang-orang yang terserang Covid-19.

Peringati yang ke-75 Acara HUT Kemerdekaan RI sebelumnya akan dilaksanakan secara bertahap dengan harapan dapat berdampak pada perekonomian.

Acara ini dibantu oleh Kepolisian Laut yang menyediakan kapal angkut dari Terminal Bandara Bol menuju Wanton Sembako Pulau Jawa. — Pertiwi Indonesia juga telah mendapatkan pendampingan dari BAIS dan Kopasus untuk melaksanakan rangkaian kegiatan ini dengan menyediakan truk-truk besar sebagai alat transportasi sembako.

“Kami berharap dapat terus mendistribusikan barang-barang tersebut di Pulau Untung Jawa Donasi untuk membantu komunitas. Seperti kita ketahui bersama, DKI Jakarta merupakan zona merah terbesar dengan jumlah penularan terbesar. Lucy Chrysantina, Presiden DKI, Pertiwi Jakarta, Indonesia, mengatakan: “Korona sudah mendekati 26.000 orang. Situasi ini sangat memprihatinkan.” Di seluruh 22.000 kegiatan distribusi produk yang sangat dibutuhkan, Pertiwi Indonesia menerapkan prosedur pengamanan yang ketat. -Semua orang yang hadir harus memakai masker, perangkat pelindung jarak, dan mencuci tangan. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran korona di kawasan hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *