Selama pandemi Covid-19, bisnis katering dan pernikahan hampir tidak berfungsi

Layanan makanan dan layanan pernikahan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Bahkan, mereka yang ingin menggelar pesta pernikahan atau acara serupa.

Namun, selama pandemi Covid-19, industri katering dan pernikahan hampir tidak mungkin beroperasi sama sekali.

Peserta catering atau aktivis jasa pernikahan dan pernikahan harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Nendia Primarasa memiliki pengalaman serupa. Ini adalah salah satu perusahaan katering dan jasa pernikahan terkemuka di Jakarta. Nendia Primarasa juga terpengaruh. kenapa tidak! Sebelum pandemi, Nendia Primarasa pada hari Sabtu dan Minggu sudah bisa melayani pemesanan 10 sampai 15 acara.

Tapi dalam 9 bulan terakhir, ketika Covid-19 menyerang semua orang, mereka tidak pernah mendapatkannya lagi. Karena itu, Nendia Primarasa juga harus menerima kenyataan.

Pemilik Nendia Primarasa H. Heru Pujihartono mengakui jasa katering dan pernikahan sebagai salah satu yang paling menderita. Dampak Covid-19 menjadi perhatian nyata kami. Seperti elemen bisnis lainnya, pandemi Covid-19 yang berkecamuk sejak pertengahan Maret lalu sangat dipengaruhi oleh Nendia Primarasa, dan ia terpaksa menghitung ulang semuanya. Dalam 9 bulan terakhir, Nendia Primarasa hampir tidak pernah menyelenggarakan acara atau kegiatan apapun.

Nendia Primarasa memiliki sejarah lebih dari sepuluh tahun, beralamat di Jalan Bina Harapan, Aalan 38, Pancoran Duren Tiga. , Jakarta Selatan.

Saat ini, pemerintah, khususnya Pemprov DKI Jakarta, telah memberikan “kelonggaran” kepada dunia usaha ketika melaksanakan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Namun, untuk menghilangkan atau bahkan memutus rantai penularan Covid-19, protokol kesehatan yang ketat (prokes) tetap diterapkan. -Heru Pujihartono menjelaskan bahwa rangkaian pernikahan sekarang diperbolehkan di gedung atau hotel. Namun, masih banyak persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya dibatasi hingga 25% dari kapasitas maksimum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *