Menguji kesiapan partai politik dalam kampanye online Pilkada

Penulis: Everett Riza · Peneliti Chitra Institute (Efriza Citra Institute) dan “kekuatan politik”

“TRIBUNNEWS”, COM- pemerintah dan pemilu masih bertekad untuk melanjutkan manajer Pierre Qatar dalam pandemi. Terkait revisi kedua PKPU tahun 2020 tanggal 13 13 tahun 2020 terkait pelaksanaan Pilkada (Covid-19) secara terus menerus dan simultan dalam kondisi tidak wajar penyakit virus corona 2019.

PKPU dianggap sebagai prioritas Simak cara-cara berikut untuk menjaga semangat kesehatan masyarakat.Bandingkan dengan offline, aktivitas online lebih banyak.

Namun, KPU masih mengizinkan kegiatan rapat terbatas, tatap muka, dan percakapan hingga 50 orang.

Isu yang perlu diperhatikan adalah kampanye, pertemuan tatap muka, dan dialog yang tidak dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat dalam rapat terbatas dan pihak kepatuhan saat melaksanakan kesepakatan kesehatan.

Sejauh ini, dalam hal ini, model olahraga terbuka dan tatap muka tampaknya masih menjadi kandidat terdepan dalam pemilihan utama. : KPU meminta Paslon untuk ikut pranks sosial kampanye Pilkada – terlihat dari hasil survei Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), menurut hasil survei, sebanyak 43% kampanye berbasis rapat terbatas. Survei lanjutan dilakukan di 187 kota dari 28 hingga 30 September.

Sementara itu, aktivitas kampanye di media sosial (online) hanya 11%.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *