Kesehatan BPJS bersiap membayar untuk pemeriksaan pasien dengan korona

Penulis: Ketika Direktur Pelaksana BPJS Kesehatan Fachmi Idris

TRIBUNNEWS.COM- mengamuk wabah virus corona, akan menghasilkan suara yang tidak perlu. Kita bisa melihatnya di beberapa virus di media sosial dan Internet. Tentu saja, situasi ini dapat dipahami sebagai adil. Memang, dalam menghadapi epidemi, ada banyak hal yang harus dipersiapkan, terutama Covid-19.

Bagaimana menyiapkan cadangan dan distribusi makanan untuk masyarakat, pasokan energi, persiapan organisasi dan institusi, dan bagaimana melakukan pengawasan.

Ketersediaan dan distribusi obat-obatan dan peralatan kesehatan, cara menyiapkan laboratorium dan alat tes, bagaimana menyiapkan ruang isolasi, staf medis dan staf medis, dan biaya layanan kesehatan. Tentu saja, ada banyak hal lainnya.

Baca: Untuk mencegah pembengkakan korona, Railink melakukan evakuasi sosial di kereta api bandara

Artikel ini hanya memperkenalkan salah satunya, yaitu biaya kesehatan ODP (orang yang diawasi) dan PDP (pasien dalam pengawasan). Covid-19 skeptis dan positif.

Membaca: Harganya 101 juta rupiah, Apa yang baru di Daihatsu Ira?

Karena beberapa orang mempertanyakan apakah negara dan BPJS Kesehatan ada dalam menyediakan layanan kesehatan dalam kasus Covid-19. -Dikenakan oleh negara -Pada tanggal 3 Maret 2020, Direktur Biro Layanan Kesehatan Bambang Wibowo mengatakan pada konferensi pers bahwa pemerintah akan menanggung biaya pasien yang terinfeksi virus korona. Karena itu telah dipromosikan sebagai KLB (Acara Khusus). Oleh karena itu, semua dana dari tersangka atau penyakit ditanggung oleh pemerintah, “katanya. Oleh karena itu, negara dan pemerintah selalu ada dan selalu ada.

Baca: Utang luar negeri pemerintah pecah pada Januari 2020, terutama utang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *