Sabriya Qurban Rahuman, Malam Sekretaris

Penulis: Pastor, Direktur Kampus ALOYS BUDI PURNOMO, Mahasiswa Program Studi S3 Ilmu Lingkungan Soegijapranata Unika

Sebagai seorang pastor Katolik, pernah di Keuskupan Agung Semarang melayani hubungan dan amanah sebagai panitia selama 11 tahun (Mei) 2008 Dari Maret 2015 hingga Maret 2019), saya selalu menghargai, berterima kasih, dan menghormati umat Islam yang merayakan Idul Adha (Idul Adha) atau juga dikenal sebagai Idul Qurban. Pengalaman spiritual dengan nabi Ibrahim juga tercermin dalam tradisi Gereja Katolik (Kejadian 22: 1-19).

Semangat ketaatan dan ketundukan nabi Ibrahim menjadi istimewa, terutama ketika ia bukan milik hak milik pribadi, termasuk keturunan yang ia cari, tidak peduli siapa mereka. — Nabi Ibrahim pertama kali mengungkapkan kehendak Allah dengan membunuh semua keegoisan, keterikatan duniawi dan keinginan manusia untuk kebahagiaan (ini adalah simbol generasi mendatang) – terutama Allah SWT dan Kehendak Yang Maha Kuasa! Inilah semangat pengorbanan.

Rahmatan Lear Alamin

Jadi, dalam semangat dan sikap nabi, Ibrahim mengutus roh Rachmatan Lear Alamin, yang untuk keseluruhan Rahmat dan berkah alam semesta.

Juga ingatlah hal ini, Umat Muslim mematuhi keyakinan dan keyakinan agamanya saat merayakan Idul Fitri.

Tekadnya adalah untuk membantai dan mengorbankan semua keegoisan pribadi dan membuatnya lebih taat kepada Tuhan Yang Mahakuasa, Mahakuasa dan Maha Penyayang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *