PP Tapera, pengusaha jatuh dari tangga

Disediakan oleh: Dr. Anwar Budiman SH MH

TRIBUNNEWS.COM- Dia juga jatuh dari tangga. Itu telah terpengaruh oleh korona, dan donasi tetap seberat sebelumnya.

Inilah nasib para pengusaha kini setelah keluarnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020. Peraturan tentang perumahan umum atau tabungan Tapera yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada 20 Mei 2020.

PP 25/2020 adalah payung hukum yang menerapkan iuran yang dikumpulkan oleh badan manajemen (BP). Tidak lama lagi.

BP Tapera mengutip berbagai berita dalam PP, itu akan mengumpulkan dan mengelola dana untuk perumahan Instrumen Sipil Nasional (ASN), tentara Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan polisi Indonesia. (Polri), pekerja dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta pekerja dari Badan Usaha Milik Swasta. –Menurut Pasal 15 PP 25/2020, tabungan peserta ditetapkan sebesar 3% (tiga persen dari wiraswasta dan upah atau gaji wiraswasta) untuk pekerjaan. Baca: Jokowi Teken PP Tapera, pekerja bergaji akan menyelam – untuk pembayaran 3% Tapera, 0,5% di antaranya dibayar oleh majikan atau majikan / perusahaan, keduanya dibayar, dan sisanya 5% dibayar oleh pekerja yang dikurangi dari upah mereka . Peserta independen, iurannya dibayarkan sendiri.

Jika pekerja pensiun, yaitu 58 tahun, akan berhenti mengikuti BP Tapera.

Setelah pensiun, peserta dapat memperoleh dana tabungan dan pengembangan dari deposito bank, obligasi pemerintah, dan investasi lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *