Menghadapi epidemi seperti Covid 19, pelajari dari Amru bin Ash

Dengan solusi Covid 19, belajarlah dari KH Amru bin Ash. Imam Jazuli Lc., Massachusetts, memang tak bisa dipungkiri bahwa para korban Covid 19 semakin menghebohkan negeri yang kita cintai ini, namun satu hal yang pasti, kita semua harus Tetap optimis, lawan dan bekerja sama dengan Tuhan, dengan izin Allah, wabah ini akan segera berakhir. Amin

Kenapa kita harus optimis? Karena Rasul berkata: “Allah tidak akan mengurangi penyakit kecuali dia juga menurunkan penawarnya.” (HR Bukhari). Rasulullah juga bersabda bahwa E ُ ُ َ َإِذَ َإِذَ َإِذَ َ ْ َ َ َّ َّ َّ Jika obatnya cocok untuk penyakit tertentu, maka penyakit tersebut dapat disembuhkan atas izin Azza wa Jal. Tentunya ini juga karena Rasulallah Saw. Janji sebagaimana yang tercantum dalam hadits di atas, Allah memilih untuk memberikan nasehat. Diantaranya, kita harus menjaga kebersihan, menghindari keramaian, dan menggunakan masker secara rutin. Dalam hal ini, penting untuk meninjau sejarah umat Islam yang terkena wabah dan mencari solusinya. Setidaknya ada dua judul buku yang membicarakan masalah ini. Buku pertama adalah al-Wafi bi al-Wafayat oleh al-Shafady, dan buku kedua adalah Nihayah al-Arab fil Funun al-Adab, buku kedua oleh al-Nuwairi.

Judul kedua kitab ini menggambarkan secara detail kondisi masyarakat Arab pada masa khilafah geografi dan antropologi, khususnya masa khalifah Umar bin Khatab (Umar bin Khatab) yang teruji keras, yaitu Sekitar 25.000 umat Islam di Suriah meninggal akibat wabah tahun itu. Akibatnya, sahabat utama Nabi, gubernur Syam Abu Ubaydah bin Jarrah, juga meninggal dunia. Penggantinya juga seorang sahabat. Muadz bin Jabal .

Pengganti kepemimpinan kemudian digantikan oleh gubernur Mesir Amru bin Ash. Apa yang coba dilakukan Bin Ash sangat efektif dalam memaksa seluruh masyarakat untuk mengadopsi Uzira atau mengisolasi diri. Di perbukitan, pegunungan dan lembah. Bagi yang belum memiliki regulasi, negara saat itu memberikan jaminan atas kebutuhan dasarnya.

Kali ini, Ben Ash langsung berpidato: “… Seperti api, kalau kita berkumpul, api akan terus menjalar, jadi kalian semua harus segera membubarkan semuanya dan menjauhi perbukitan, jika tidak Wabah api akan segera melanda kita. Apakah beasiswa sudah berakhir? Tentu tidak ada hari lain selain mengadopsi berbagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah, ternyata kebijakan tersebut dapat berdampak buruk pada psikologi yang buruk setelah terkena wabah selama berbulan-bulan.

Cara ini juga sejalan dengan teori kedokteran yang disampaikan oleh dokter, menurut teori organ mental yang buruk (selain rasa cemas dan panik) akan mengeluarkan berbagai hormon stres (golongan steroid) untuk menekan semua sel imun manusia Khususnya sel NK dan sitotoksin CD8. (Silakan merujuk pada: sel imun) artinya karena panik dan kecemasan yang berlebihan, tubuh manusia akan kehilangan imunitas dan akhirnya tidak akan mampu melawan virus Corona (yaitu virus influenza) yang dilindungi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *