HUT Jokowi ke 59 Hari Ini: Tokoh demokratis, pengabdian tanpa pamrih untuk melayani masyarakat

Penulis :. M Fadjroel Rachman

TRIBUNNEWS.COM- dari waktu ke waktu dengan adanya organisasi kekuasaan, harapan terbesarnya adalah hadirnya para pemimpin persatuan umat bersama. Para pemimpin siap duduk sejajar dan memperjuangkan nasib rakyat. Penempaan belas kasih untuk penderitaan orang lain. Pada 21 Juni 1961, seorang bayi lahir di lingkungan manusia biasa. Ayahnya adalah seorang pedagang kayu dan bambu kecil bernama Notomiharjo. Nama ibunya adalah Sujiatmi.

Kehidupan yang biasa-biasa saja membutuhkan pikiran dan kebijaksanaan untuk menjadi orang yang berbudi luhur. Nama Joko Widodo membuatnya tumbuh menjadi orang yang gigih dan bijak-Joko Widodo memalsukan bangsa kecil. Nilai kemanusiaan, tepo sliro (toleransi), dan kerja keras adalah nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh orang tua dalam masyarakat Indonesia.

Baca: Andre Rosiad Usulkan untuk Dipecat, Arif Poyuono (Arief Poyuono) ):Siapa dia? Anak Jerindra sedang sakit kemarin-empati dan nilai-nilai Indonesia yang tinggi adalah fondasi dasar Joko Widodo. Oleh karena depresi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, depresi merupakan kebiasaan yang bersumber dari simpati.

Sebagai Walikota Solow, sejak 2005 hingga 2012, Joko Widodo (Joko Widodo) merumuskan kebijakan pengentasan kemiskinan. Perpindahan PKL ini karena adanya dialog, perilaku kemanusiaan dan non kekerasan, karena hal ini akan berdampak pada padatnya fasilitas umum yang dilakukan melalui dialog, kemanusiaan dan tanpa kekerasan. Tugas Presiden Republik Indonesia telah dipercayakan kepadanya. Presiden Joko Widodo yang lahir di lingkungan rakyat kecil terus menjadikan empati dan nilai-nilai luhur Indonesia sebagai landasan kepemimpinan politik negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *