Kapan tanggapan terhadap “ Game Over ” Covid-19?

Catatan untuk reporter senior Roso Daras:

TRIBUNNEWS.COM-Mengingat fleksibilitas acara “Under 45”, topik ini masih menjadi topik hangat. Hari ini memang tidak sepanas kemarin (5/12/2020). Setidaknya masalah ini akan terus berlanjut.

Bukan hanya karena seseorang melakukan kesalahan dalam menjelaskan kebijakannya, tetapi juga karena penanganan wabah Covid-19 memang sudah memasuki tahap “moderasi”. — Bahkan dalam rapat terbatas Presiden Joko Widodo kemarin (12/5/2020) dengan banyak gubernur, ketua pokja Covid-19 dan pemangku kepentingan lainnya, persoalan pelonggaran PSBB sudah berkali-kali teratasi. .

Membaca: Pertemuan dengan Panitia X DPR RI Mentala dan Memperkenalkan Latihan DIPA 2020 versi revisi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga

Bacaan: Lebih dari 57.000 pelanggar PSBB aktif di Jakarta dan sekitarnya selama sebulan –Baca: Grab berikan 100 GrabWheels gratis untuk pergerakan staf medis – setelah itu, ketua satgas percepatan pengiriman makanan Covid-19, Letnan Jenderal Doni Monardo mengeluarkan pernyataan. — Pidato Doni tidak memiliki masalah kontroversial. Kecuali bagi mereka yang masih belum sepenuhnya memahami kebijakan pelonggaran yang dibahas.

Mengenai hal ini, Egy Massadiah, ahli media di French National Broadcasting Corporation dan anggota Covid-19 Working Group-I tidak menyebutkan permintaan-mengeluarkan jumlah dokumen. — Dari siaran pers resmi di halaman Presidentri.go.id hingga siaran pers Doni Monardo. Satu hal yang menarik adalah Profesor Wiku Adisasmito, ketua kelompok ahli kelompok kerja, menyerahkan data yang dikumpulkan. Karena kutipan yang salah bisa menyebabkan kecemasan. Sebenarnya, ada mekanisme kesalahan, tetapi belum tentu pembaca pertama, yang membaca kesalahan yang dimuat pada pemuatan berikutnya. Apalagi arus informasi online sangat cepat, karena pada umumnya media online mencari klik, “kata Egy. Mereka khawatir penyebaran virus corona kembali ke alam liar dan tidak terkendali. Singkatnya,” PSBB ditegakkan. Masih ada beberapa orang yang mencuri peluang perjalanan. “Termasuk mudik. Apalagi kalau dia santai.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *