Tempat tidur mandiri Presiden NU dan DPP-Muhammadiyah

Terpisah dari Istana Kepresidenan dan Partai Demokrat NU-Muhammadiyah (DPR)

Penulis: KH. Imam Jazuli (Imam Jazuli, Lc.), Massachusetts (MA) *

TRIBUNNEWS.COM- Dua kejadian baru-baru ini menggambarkan betapa pemerintah meremehkan Nadladul Ulama (NU) dan Mu Muhammadiyah (Muhammadiyah). Pertama, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencanangkan dua ormas terbesar untuk menentang pemilihan kepala daerah (Pilkada). –Kedua, hiruk pikuk DPR diam-diam mengesahkan UU Cipta Kerja (Ciptaker) yang komprehensif, yang memperbolehkan umat Kristen dan orang yang berbeda keyakinan untuk memilih dengan satu suara, dan NU-Muhammadiyah dikalahkan-mengingat dua hal di atas Dalam acara ini, pemerintah seolah ingin menguasai negara sendiri. Pemerintah tampaknya tidak membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Otorisasi hukum yang membawa mereka kembali ke politik dan memungkinkan mereka membuat undang-undang baru juga dijual. -Pusat perhatian pemerintah dalam melaksanakan pemerintahan melemahkan peran masyarakat sipil. Tak hanya itu, tindakan pemerintah tersebut melanggar tujuan pembentukan ormas sendiri.

— Pasal 1 ayat 1 “UU Omas” menyatakan: “UU Omas adalah organisasi yang dibentuk dan diorganisir secara sukarela oleh masyarakat berdasarkan keinginan, keinginan, kebutuhan, minat, kegiatan dan tujuan partisipasi yang sama. “Pembangunan untuk tujuan nasional” adalah ilegal bagi organisasi yang terlibat dalam pembuatan undang-undang Ciptaker yang komprehensif.

Faktanya, hal itu menyebabkan kepemimpinan negara mengadopsi model politik anarkis. Dalam ilmu politik, anarkisme adalah tindakan yang memicu konflik sosial, seperti halnya keputusan DPP untuk mengesahkan UU Ciptaker-DPP harus membuang konsep equestrianism. Keputusan politik mereka melalui UU Ciptaker merampas hak ormas, dan hukum juga melindungi hak-hak tersebut. Ormas berhak untuk ikut serta dalam pembangunan negara. Tanpa partisipasi ormas dan masyarakat sipil, UU Ciptaker “tidak punya legitimasi”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *