Hari ini adalah HUT ke 59 lahir Jokowi: sosok demokratis, pengabdian tanpa pamrih untuk melayani rakyat

Disediakan oleh: M. Fadjroel Rachman

TRIBUNNEWS.COM-Dengan adanya organisasi kekuasaan dari masa ke masa, harapan terbaiknya adalah adanya pemimpin yang bersatu dengan rakyat. Para pemimpin siap duduk sederajat dan memperjuangkan nasib rakyat. Sebuah tempaan yang bersimpati dengan penderitaan orang lain.

Pada tanggal 21 Juni 1961, seorang bayi lahir di lingkungan manusia biasa. Ayahnya adalah seorang pedagang kayu dan bambu kecil bernama Notomiharjo. Nama ibunya adalah Sujiatmi.

Kehidupan yang biasa-biasa saja membutuhkan pikiran dan kebijaksanaan untuk menjadi pribadi yang bermoral. Nama Joko Widodo membuatnya tumbuh menjadi orang yang gigih dan bijak-Joko Widodo memalsukan bangsa kecil. Nilai kemanusiaan, tepo sliro (toleransi) dan kerja keras adalah nilai-nilai luhur yang ditanamkan oleh orang tua mereka dalam masyarakat Indonesia.

Baca: Andre Rosiad Usulkan Dipecat, Arief Poyuono (Arief Poyuono) ):Siapa dia? Anak Jerindra sedang sakit kemarin-empati Indonesia dan nilai-nilai luhur adalah fondasi dasar Joko Widodo. Oleh karena itu, bersikap rendah hati dalam kehidupan sehari-hari masyarakat merupakan pendekatan yang bersumber dari empati. Perpindahan PKL ini karena adanya dialog, perilaku kemanusiaan dan non kekerasan, karena akan berdampak pada keramaian fasilitas umum yang dilakukan melalui dialog, perilaku humanistik dan non kekerasan.

Baca: Wakil Presiden Jokowi Ungkap Kebiasaan HUT Jokowi – Sejak 2014, masyarakat menitipkan tugas kepada Presiden RI. Presiden Joko Widodo yang lahir di lingkungan rakyat kecil, terus menjadikan empati dan nilai luhur Indonesia sebagai landasan kepemimpinan politik negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *