Malik Fadjar, sebuah taman laut tanpa sumur di atas kapal

Ditulis oleh Anwar Hudijono-Sekitar tiga minggu lalu, seorang pejabat Universitas Muhammadiya Malang (UMM) menelepon saya. Ia berkata: “Teman-teman akan menulis artikel tentang Pak Malik berdasarkan buku karangan Panjenengan, Darah Guru Darah Muhammadiyah. Keinginan harus membimbing kita.” Penerbitan UMM tahun 2009 Dua buku.- — Saya sangat tersentuh. Denyut nadiku gemetar. Saya sering berdiskusi dengan pimpinan UMM Muhammadiyah (alumnus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)) untuk lebih banyak menulis artikel tentang Pak Malik. Tidak menyadari.

Sekarang banyak guru muda yang tertarik menulis Pak Malik. Saya berdoa dalam hati agar kali ini saya tidak berhenti pada ide.

Di antara situs sejarah penting, Tuhan sering memilih orang muda. Misalnya, Ali ibn Abi Thalib diserang oleh orang-orang kafir di Mekah dan menggantikan nabi di tempat tidur.

Seorang pemuda menemani Musa belajar di Hidmir pada saat-saat bersejarah yang tercatat dalam Alquran. — Allah juga memilih ashabul kahfi dalam drama kehidupan di gua. Sebuah drama yang mungkin terulang baru-baru ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *