Bagikan esensi roti dan kopi Turki dan Prancis

Penulis: EGY MASSADIAH, Kepala Staf Ahli BNPB

SEMBARI sahur 07.00 dan (waktu itu) kontingen Covid-19 akan Letnan TNI Doni Monardo di lantai 10 BNPB Graha, mata saya WA Group Tertarik dengan siarannya.

Sumber: Diyanet TV, sebuah stasiun TV yang dioperasikan oleh Kantor Urusan Agama Pemerintah Turki. Program berdurasi 3: 09 menit ini memang memberikan makna yang dalam pada esensi dari “berbagi”.

Nah, untuk lebih memahami bagaimana “berbagi” menjadi begitu mulia, saya akan memberi tahu Anda tentang itu. Salah satu film pendek. Di toko roti. Ini sebenarnya adalah toko sederhana yang dijalankan oleh seorang pria paruh baya yang canggih.

Toko roti terletak di jalan utama. Bagian depannya digunakan untuk memajang roti khas Turki yang disebut ekmek. Jika seorang Turki tidak makan ekmek, dia tidak akan makan. Mirip dengan nasi Indonesia. Sekilas, toko tersebut sebenarnya hanya memiliki dua bagian. Bagian depan digunakan untuk menunjukkan ekmek.

Beli empat dari delapan amal

Sebuah keranjang digantung di pilar kanan. Di bagian bawah ada kompor besar untuk memanggang ekmek.

Satu orang datang dan membeli delapan buah ekmek. Tapi pembeli hanya menghabiskan empat. Empat lainnya dipercayakan kepada pemasok untuk menyediakannya bagi mereka yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *