Dengan tidak mengambil solusi, pemerintah dapat dilihat sebagai “apresiasi” terhadap sikap wajib warganya.

Dalam pembahasan proyek Teroris-Jajamada University Law School Constitutional Law Society (CLS), berlanjutnya kegagalan aksi teror adalah penganiayaan terhadap kebebasan akademik dan kebebasan berpendapat, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Perampasan kebebasan ini merupakan perusakan budaya dan pengetahuan serta berdampak negatif pada demokrasi yang berkualitas.

Diskusi adalah sarana untuk bertukar pikiran, dan juga merupakan cara untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang situasi dari berbagai sudut. -Oleh karena itu, mengadakan diskusi merupakan salah satu bentuk forum akademik yang dirancang untuk menggali perspektif akademik sembari menonton acara.

Baca: Download Tulisan Tangan Jokowi Lulusan Non UGM di Twitter. Warga Cianjur Ngaku Ponselnya Diretas – Cara Ini Jadi Sarana Pelatihan Literasi bagi Cendekiawan dan Seluruh Masyarakat pada khususnya, agar tidak Peristiwa yang melahap fenomena dangkal.

Penganiayaan atas kebebasan berpendapat ini bukan pertama kalinya dipimpin oleh pemerintahan Jokowi sejak 2014.

Baca: Tunjukkan Gambar Penegakan Hukum Penerima Diskusi Publik oleh Polri ke UGM

Indeks HAM yang dirilis SETARA Institute (2019) menunjukkan kinerja Jokowi (2014-2019) selama pemerintahannya 1,9 kelas Dari 1 sampai 7.

Skor rata-rata dari 11 variabel hak asasi manusia yang dievaluasi adalah 3,2.

Skor kebebasan berekspresi dan berpendapat sangat rendah, berkat data pelanggaran berat, seperti 204 keyakinan pribadi, 32 media online diblokir, 961.456 situs web dan akun media sosial diblokir, 7 utas dibubarkan, Larangan penggunaan buku dan makar bukan merupakan tanggung jawab minimal 7 warga negara.

Mahfud MD, Menteri Politik dan Menteri Keamanan, menyatakan bahwa pemerintah tidak berada di belakang kegiatan terorisme (KompasTV, 30/5), tetapi mengesahkan penganiayaan dan pelanggaran HAM terhadap warga negara. Tanggung jawab negara, terutama pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *