Batik dalam arti kualitas pelayanan masyarakat

Penulis: RES FOBIA, Sara Tiga (Salatiga) pembicara FH UKSW; alumni FH UNS, Graduate School of Kansai University School of Policy Studies, Jepang

batik sebagai budaya kemanusiaan dan budaya non-verbal yang ditetapkan UNESCO Warisan budaya (sebuah mahakarya dari warisan lisan dan takbenda manusia) .— Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai “Hari Batik Nasional”. Iskandar dan Eny Kustiyah (2017) mengemukakan bahwa unsur-unsur yang mendukung batik sebagai warisan budaya Indonesia adalah (1) perajin batik dan industri batik; (2) peristiwa batik; (3) museum batik, dan (4) batik sebagai daya tarik wisata.

Menurut banyak studi akademis tentang batik, masih perlu membaca buku populer ini.

Namun, perlu diperhatikan setidaknya sesuatu yang penting menurut penulisnya, yakni kearifan konvensional biasanya menginspirasi karya-karya kontemporer. Batik sebenarnya sangat penting dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. -Batik Sekilas – Dalam sumber daya budaya, batik merupakan salah satu bentuk seni kuno terpenting. -Batik berasal dari bahasa Jawa yaitu “amba” (artinya menulis) dan “nitik” (menunjuk). Ini tentang menulis dengan lilin.

Membatik pada kain dengan motif miring dengan titik-titik kecil, memberikan kesan “orang bisa menulis titik”.

Batik adalah seni melukis di atas kain pakaian. Seni lukis tidak hanya melukis, tetapi pola seni lukis juga memiliki makna filosofis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *